Ketika Merasa Tak Pantas

Sumber Gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3mvkjwh0DnDecoIpUhRQhgfSaYIR8OLPlEwtNY1POqqY6pbQ313Trf3Fs6gFTcSvuVFm_RWjB0TfJmGzqIURUzV4lkt9xGjRXFQAJjkBmLAEWIJO_hdxa3g2a04aDI3EDq_iTj84oNFOH/s1600/penantian-senja.jpg
Ketika kau merasa tak pantas mendapatkan cinta, dengan segala pengalaman masa lalumu yang mengecewakan. Perjalanan itu sudah diatur saat kau temukan relung dan kau berharap menjadi bagian yang menyembuhkan. Tapi lagi-lagi kau merasa bahwa kau tak layak untuk mendapatkan itu, hatimu belum bisa memaafkan noda-noda yang ada di balik kisahmu. Tentu saja…iya, langkahmu menemukan ragunya dalam setapak tanpa alas kaki. Terasa panas dan perih pada luka-luka, pada setiap langkah yang kau ayunkan dalam heningnya keinginanmu. Cukup melelahkan untuk terus-menerus terperangkap pada masa seperti ini, terjebak dalam cerita pesimisnya mendapatkan dan menemukan. Benar saja, kau masih saja berpikir tentang layak dan tak layak, terlalu kotor untuk mendekatkan diri pada kemurnian.

Pagi-pagi kau terbangun setelah melewati mimpi yang selalu menjadi harapan, hasil khayal yang kau cipta seblum mata itu terpejam. Terus saja seperti itu hampir setiap galap akan mengantarkanmu memebuai raga yang kelelahan. Bukan saja wajahnya yang kau kagumi, tapi semua yang telah melekat padanya akan terus menjadi imaji paling indah bagimu. Kau tak perlu lagi mencari alasan di balik semua itu, aku katakan bahwa itu karena kau ciptakan sendiri. Seperti kau suka pada sebuah rancang arsitektur—walau dengan kadar seni yang rendah—dan kau bangun menjadi rumah, rumahmu sendiri. Kau nyaman di rumah itu. Nyaman bukan karena hanya kau suka, karena kau buat sendiri dan itu adalah rumahmu.

Sepanjang hari ini, pikiranmu tak bisa lepas dari pengharapan yang telah menyembuhkan, dia yang menjadi muaranya. Begitu seterusnya sampai pada tekad untuk mau memaafkan masa lalu yang berbekas itu. Apa lagi yang harus kau lakukan? Aku katakan, tekadmu akan terjawab oleh detik-detik yang cukup panjang, dan orang biasa menyebut itu waktu. Kau hanya butuh menjaga tekad dalam permainan waktu yang tak punya ujung itu. Menguatkan pengharapan pada Tuhanmu, memberikan puji-pujian yang tulus dan menjadikannya teristimewa. Ikutilah jalan itu, mustahil kekhawatiranmu akan menang melawan kebaikan Tuhan. Tapi pengharapan penuh tekad itulah yang dimenangkan-Nya dan akan menjadi ketetapan-Nya untukmu.

Sambil menunggu ketetapan Tuhan, jangan kau hanya membaca, tapi persiapkan juga pena dan kertas kosong, dan itu bisa dijadikan modal untuk membuat sebuah karya yang hebat. Karya tentang pengharapanmu yang kau jaga dalam gulir masa. Tulislah dalam kertas kosong itu kalimat-kalimat hati yang jujur, jadilah sebuah pengakuan yang menguatkan. Bila ternyata itu cinta, pasti kau kuat untuk menunggu, bukan hanya dalam satu putaran kalender hijriah, tapi untuk waktu yang tak terhitung oleh siapapun. Sampai kau juga merasa yakin bahwa kau layak untuk mendapatkan cinta. Sampai pada titik itu paling tidak.

Salam Kau Penuh Harap!!!

Komentar

Postingan Populer