SEPEDA, Aku Padamu

Doc. https://www.tumblr.com/search/cross%20country%20mtb
Setelah sekian lama berpisah, hobiku dulu waktu masih menjadi anak ingusan, sontak mengagetkan hati. Entah berawal dari mana, kecintaan terhadap sepeda waktu masih SD, kini aku rasakan lagi. Begitu semakin sadar akan keanehan ini, aku coba browsing beberapa informasi ringan tentang bersepeda. Mulai dari “mengenal istilah-istilah sepeda bagi amatir” hingga “trend sepeda internasional terkini” aku obrak-abrik lewat chrominium-nya google.inc. Semakin asik dan menyenangkan saja sepertinya bersepeda sekarang, dan aku kecanduan nonton video-video dokumenter perjalanan para Gowers (istilah untuk para pesepeda) professional, dan kebetulan suka bangen liat atraksi-atraksinya para penggila MTB (Mountain Bike) atau juga dikenal ATB (All Terrain Bike). Efeknya, pengen banget bersepeda lintas alam atau jarak jauh, sampai-sampai ngecek harga sepeda yang standar buat ngetrail. Gila…harganya mahal banget. Tapi harga-harga itu nggak bikin kesenangan terhadap sepeda berkurang, justru sebaliknya aku malah makin bergairah pengen punya sepeda.


Khayalan demi khayalan tentang sepeda makin menjadi-jadi aja nih. Aku ngebayangi kalo punya sepeda (apalagi MTB untuk profesional), wah bakalan asik tu. Ke kampus pake sepeda, jalan-jalan pake sepeda, main tempat temen pake sepeda, dan sesekali ngtrail lintas alam buat ngilangin beban pikir. Hidup sehat. Olah raga, hitungannnya rutin, dan aku yakin insomnia bisa hilang. Pokoknya asiklah. Aku juga boleh dong dipanggil Gowes, dan bakalan bangga sama diri sendiri karena udah berkontribusi buat mengurangi polusi udara, menghemat cadangan energi buat generasi mendatang, sekaligus agen kampanye hidup sehat. Dengan bersepeda aku juga ingin jadi manusia bebas melepaskan ekspresi dan emosi lewat sepeda. DI benakku sepeda bukan sekedar sarana transportasi dan instrumen hiburan, tetapi ia kini sudah menjadi salah satu aspek hidup yang mampu mempertajam hati nurani. Sepeda bisa menjadi salah satu kaca mata lain untuk melihat setiap aspek kehidupan. Ia juga mampu menjadi jalur lain dalam melihat sebuah perjalanna hidup.

Sebagai laboratorium, sepeda menjadi tempat untuk bereksperimen dan menemukan hal-hal baru. Kita juga belajar untuk menjadi perawat yang baik, teman yang seimbang. Sambil mengayuh sepeda, kita bisa nikmatin nada krik-krik yang konsisten hasil apik permainan gear, rantai, laher, lidi dan ban. Meliuk-liuk di jalanan dan itu mengjarkan kita kelincahan sekaligus hitungan matematika secar otodidak Teman. AYO BERSEPEDA!!!

Komentar

Postingan Populer