Lomba Penulisan Esai Mahasiswa (PSBDK XI)
"Dayak dalam Perbincangan Masa Kini"
Pendahuluan
Pemahaman
yang beragam tentang Dayak melahirkan berbagai perspektif, diskusi, konsep, dan
paparan akan istilah Dayak itu sendiri. Sebagai salah satu suku (atau mungkin
bangsa) di Nusantara, Dayak tentu saja akan selalu dihadapkan dengan
transformasi serta dinamika yang terjadi, baik secara internal maupun
eksternal nya. Kerumitan ini menjadikan Dayak sebagai tema yang unik sekaligus
menarik untuk diperbincangkan dari berbagai sudut pandang.
Perbincangan
tentang Dayak tidak terlepas dari sebuah identitas yang juga merupakan
persoalan penting dalam kajian budaya. Di sisi lain, banyak juga yang
membicarakan Dayak sekaligus mengkait-kaitkannya dengan berbagai aspek seperti
sosial dan politik, ekonomi, pembangunan, sejarah, pendidikan dan sebagainya.
Pada tahapan berikutnya, perbincangan yang kontekstual, multidisiplin dan
memiliki “kupasan” dari banyak aspek ini, menjadi Dayak relevan untuk
didiskusikan.
Dalam
memandang persoalan, kerumitan, identitas, dan bahasan kontemporer tentang
Dayak, kita tidak mampu apabila hanya mengandalkan pandangan yang sempit. Kita
telah banyak melalui berbagai fase, pengalaman, benturan, pelajaran, dan bahkan
sejarah yang panjang hingga sampai pada titik ini. Masing-masing dari kita
memiliki pandangan empirik dan pemaknaan yang beragam akan dinamika masa lalu,
saat ini dan bahkan arah ke depan tentang Dayak.
“Dayak
dalam Perbincangan Masa Kini” mencoba menawarkan interpretasi yang beragam
kepada setiap orang yang tertarik untuk membahasnya, entah melalui refleksi,
deskripsi, solusi kreatif, dan bahkan yang lainnya akan tema ini. Artinya,
Dayak tidak dapat hanya diperbincangkan melalui satu dimensi saja, tetapi lebih
dari itu. Di dalam logika ini, kita boleh-boleh saja memperbincangkan Dayak
dari berbagai aspek, perspektif, hipotesis, atau disiplin masing-masing, dan
secara kontekstual masih relevan sampai saat ini. Namun sebagai batasan, kita
perlu memberi batasan yang nantinya akan dikembangkan melalui topik-topik
berikut:
- Kearifan Lokal Kebudayaan Dayak
Spiritualitas nilai-nilai yang
terkandung di dalam kebudayaan Dayak terus mengalami gesekan-gesekan dengan
kebudayaan lain. Hal semacam ini menjadi perdebatan hangat di berbagai
kalangan, dan tentu menimbulkan pertanyaan baru tentang bagaimana kearifan yang
ada di dalamnya terus dipertahankan ?
Atau sebaliknya, apakah kearifan lokal yang selama ini menjadi spiritualitas di
dalam kebudayaan Dayak tidak lagi menjadi relevan dengan perkembangan zaman ?
Bagaiamana pengalaman empirikmu menangkap tentang kearifan lokal yang ada di
dalam kebudayaan Dayak saat ini ? Bagaiamana agar kearifan lokal kebudayaan
Dayak bisa terus bertahan ?
- Arah dan Masa Depan Adat Dayak
Adat memiliki konotasi ‘kebiasaan’ atau
‘tradisi’, serta tata tertib yang tenteram dan konsensus. Di sisi lain, istilah
adat menjadi konsep sekaligus ideologi untuk membangun gerakan politik dan
budaya dalam memperjuangkan yang namanya identitas. Berbagai catatan sejarah
tentang Dayak menunjukkan bahwa istilah adat seolah-olah menjadi alat
perjuangan baru, sebagai sistem tandingan terhadap sistem mainstream (negara) dalam mengatur kehidupan di masyarakat, serta
tradisi yang terus-menerus dipertahankan. Berbagai interpretasi yang beragam
tentang konsep adat (Dayak) memunculkan keresahan baru tentang arah dan masa
depannya. Bagaiamana adat Dayak terselenggara dengan bijak oleh masyarakatnya
saat ini dan ke depannya ?
- Masyarakat Dayak dan Aspek Pembangunan
“Sebagai bagian dari sistem yang
terintegrasi dengan masyarakat global, masyarakat Dayak belum sepenuhnya
merasakan aspek pembangunan yang berkeadilan sesuai dengan cita-cita Bangsa
ini.” Setujukah dengan statemen
tersebut ? Ajukan pernyataanmu untuk merespon kaitan antara masyarakat Dayak
dan aspek pembangunan saat ini, seperti misalnya pembangunan di bidang
pendidikan, ekonomi, kebudayaan, maupun bidang yang lainnya. Bagaimana supaya
berbagai aspek pembangunan turut dirasakan oleh masyarakat Dayak ? Atau,
bagaiamana agar masyarakat Dayak turut serta menjadi aktor dalam pembangunan ?
- Kehidupan Sosial dan Politik Masyarakat Dayak
Masyarakat Dayak
saat ini selalu dihadapkan dengan berbagai persoalan-persoalan yang semakin
rumit. Kehidupan sosial menjadi potret akan persoalan dan kerumitan tersebut.
Kehidupan politik menjadi sebuah pergerakan untuk memperbaiki yang selama ini
dipermasalahkan. Bagaimana sebenarnya yang terjadi dalam kehidupan sosial dan
politik masyarakat Dayak yang sedang diperbincangkan saat ini ? Atau seperti
apa sebenarnya yang mendasari serta ide segar yang ditawarkan, sehingga
kehidupan sosial atau politik, dan bahkan keduanya bisa menjadi lebih
berkualitas ?
Syarat
& Ketentuan Umum Lomba
Esai
- Peserta Kompetisi Esai ini adalah mahasiswa Diploma dan Strata-1 (S1).
- Naskah esai yang dilombakan merupakan karya perorangan atau kelompok (maksimal 3 orang), ditulis menggunakan tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan belum pernah dipublikasikan.
- Esai ditulis berdasarkan salah satu topik yang dipilih peserta. Pilihan Topik Esai: Kearifan Lokal Kebudayaan Dayak, Arah dan Masa Depan Adat Dayak, Masyarakat Dayak dan Aspek Pembangunan, serta Kehidupan Sosial dan Politik Masyarakat Dayak (Silakan pilih dan cermati uraian tentang Topik Esai di atas).
- Peserta boleh mengirim lebih dari satu judul naskah, baik dengan pilihan topik yang sama atau berbeda, tetapi hanya satu judul yang dapat masuk dalam daftar Terbaik.
- Panjang tulisan 1000 – 2000 kata (sekitar 4 – 6 halaman)
- Boleh mengutip tulisan orang lain dengan mencantumkan sumbernya, tetapi persentase nya tidak boleh dominan, hanya sebagai pendukung saja. Persentase dominan harus tetap dari ide pribadi si penulis.
- Format kertas A4 dengan font Times New Roman ukuran 12 serta menggunakan spasi 1,5.
- Ketentuan fisik naskah: Margin kertas NORMAL, dengan batas kiri 2,54 cm, batas kanan 2,54 cm, atas dan bawah 2,54 cm, serta ukuran kertas A4 (210 x 297 mm).
- Hanya naskah yang penulisannya memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Syarat dan Ketentuan Umum Lomba Penulisan Esai yang akan dinilai oleh Dewan Juri.
- Hak publikasi naskah menjadi milik Panitia.
Pengiriman
Tulisan
- Tulisan dapat dikirim secara langsung atau via pos ke alamat’ “Asrama Kal-Bar IV J.C. Oevaang Oeraay”, Jln. Kepuh, Gondo Kusuman III/1109 Klitren, Yogyakarta 55222 serta wajib dikirim ke e-mail panitia: fornestor@gmail.com dengan menggunakan format PDF (Dilampirkan).
- Batas akhir penerimaan tulisan di panitia pada 3 November 2013 cap pos.
- Tulisan disertai nama lengkap penulis, fotokopi bukti diri (Kartu Tanda Mahasiswa), alamat domisili, serta nomor handphone.
Pemenang
dan Hadiah
- Penentuan pemenang lomba akan diumumkan pada Malam Penutup Pesta Seni dan budaya Dayak se-Kalimantan XI 2013 (16 November 2013)
- Karya-karya terbaik menurut Dewan Juri (termasuk juara) akan diterbitkan dalam sebuah buku
- Buku yang diterbitkan akan menjadi hak karya panitia
- Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
- Panitia menetapkan Juara I, II, III akan diberi hadiah berupa uang tunai dan sertifikat:
Juara I : Rp 1.200.000
Juara II : Rp 1.000.000
Juara III : Rp 800.000
Seleksi Naskah dan Penjurian
Tahap penilaian
terdiri dari:
- Seleksi administratif oleh Panitia. Naskah yang tidak lolos seleksi karena kesalahan administratif bisa dikirim ulang sebelum tenggal pengumpulan.
- Seleksi oleh Dewan Juri. Dari Seleksi akhir ini akan dipilih beberapa tulisan esai terbaik untuk dimuat di dalam buku. Keputusan Dewan Juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat.
Aspek
Penilaian
- Orisinalitas ide, artinya penulis harus memiliki ide orisinal (asli), sehingga tidak sekadar mengutip, meringkas, dan mencantumkan pendapat orang lain.
- Kesesuaian dengan Tema.
- Kedalaman unsur budaya Dayak yang ditonjolkan.
- Kejelasan ide (gagasan) yang ingin disampaikan.
- Kesesuaian antara tema, judul, dan isi tulisan.
- Sistematika penulisan.
Untuk informasi
lebih lanjut dapat menghubungi panitia dengan CP Sdr. Fornestor Mindaw (0813 4895
5323)

Komentar