Pelayanan CU Belum Sepenuhnya Memuaskan
Kita
harus mengakui bahwa Credit Union (CU) telah banyak membantu masyarakat,
terutama yang tinggal di daerah pedalaman. Dengan variasi programnya,
perekonomian masyarakat dapat terangkat, usaha-usaha baru bermunculan, biaya
pendidikan bisa terbantu, dan sebagainya. Memang sesuatu hal yang membanggakan.
Lalu
kemudian, dari segi pelayanan sebenarnya masih terdapat perbedaan pandangan, terkait
dengan kualitasnya. Memang belum ada survai atau penelitian yang mengangkat
kepuasan anggota terhadap kualitas pelayan CU ini, sehingga kita belum mampu
melihat apakah pelayannya baik atau sebaliknya. Sebenarnya hal semacam ini
perlu dilakukan sebagai bahan evaluasi sekaligus “senjata” pemasaran untuk
menarik anggota-anggota baru.
Nah, tulisan ini sengaja saya angkat
karena ada banyak mahasiswa pedalaman Ketapang di Jogja yang memanfaatkan
pelayanan CU untuk pengiriman uang bulanan merasa belum puas dengan pelayanan
tersebut. Dari berbagai penuturan yang sempat saya terima, pelayanan ini
sepertinya masih belum maksimal dan cenderung diabaikan. Seperti yang
diungkapkan oleh Jesika salah satu mahasiswa asal Kecamatan Simpang Hulu, ia
mengatakan bahwa biasanya uang yang dikirim oleh orang tua lewat CU sering terlambat
datang. Padahal, uang sudah dikirim lewat CU satu minggu sebelumnya.
“Setiap
kali Bapak kirim duit, pasti lewat CU, yah...mumpung
pelayan untuk itu tersedia di daerah kami. Tapi, tidak tahu kenapa kalau hari
ini dikirim datangnya 3 hari ke depan bahkan pernah lebih dari 1 minggu baru
masuk ke rekening saya.”
Hal
senada juga diungkapkan oleh salah satu mahasiswa dari Sungai Laur. Dia
mengatakan bahwa setiap kali orang tuanya kirim uang, datangnya selalu
dipastikan terlambat. Memang sebagian besar mahasiswa yang kuliah di luar pulau
seperti di Jogja memiliki ATM (Anjungan Tunai Mandiri.red) sebagai fasilitas
pengiriman uang dari orang tua. Uang biasa dikirim lewat CU dan ditujukan ke
ATM yang bersangkutan lewat rekening Bank. Di sinilah biasanya persoalan tersebut
muncul.
Persoalan
utamanya adalah keterlambatan yang tidak wajar yang dirasakan oleh para
pengguna layanan ini. Ketika ada program transfer uang dari CU ke rekening
Bank, semestinya pelayanan untuk program seperti ini dilakukan dengan baik dan
tetap menjadikannya sebagai prioritas. Karena memang ada beberapa CU yang tidak
terlalu maksimal dalam melakukan pelayan ini.
Bukan
tanpa alasan, banyak yang mengeluh dan mempertanyakan keseriusan beberapa CU dalam
program-program seperti ini. Kalau memang masih belum sepenuh hati untuk
membantu para anggota dalam pelayanan pengiriman uang dari CU ke rekening Bank,
sebaiknya jangan dulu, supaya para pengguna layanan ini tidak terlalu berharap
banyak.
Bukan
bermaksud untuk memojokkan, tetapi mungkin perlu adanya evaluasi terhadap
pelayanan ini. Kalau seandainya masih terjadi kerumitan di dalam
pelaksanaannya, sebaiknya dipertimbangkan matang-matang. Bagaimanapun juga,
anggota menganggap bahwa pelayanan sekecil apapun adalah cerminanan sebuah
sistem manajemen dalam institusi atau lembaga tersebut. Jangan sampai hanya
karena hal-hal kecil seperti ini, image CU
menjadi tidak baik di mata anggota.
Persoalan
semacam ini perlu disikapi dengan bijak, baik oleh para pengurus maupun anggota
CU. Semoga saja persoalan yang sederhana ini dapat diangkat dalam rapat
anggota, pengurus, atau rapat-rapat laainnya. Kualitas layanan anggapannya sama
dengan kualitas CU, maka harapannya jangan sampai mengabaikan hal-hal kecil
dalam meberikan pelayanan kepada anggota. Maju terus CU, tingkatkan pelayananmu
!!!


Komentar