Kantor Kecamatan Sungai Laur: "Bagaimana dengan Pelayanannya?"
![]() |
Masyarakat di pedalaman umumnya mengukur
jarak antara satu tempat dengan tempat lain dengan lama perjalanan—bukan dengan
ukuran jarak yang sudah ditetapkan. Cara ini sudah menjadi kebiasaan dan
dilakukan secara turun menurun. Bukan tanpa alasan, kondisi pra sarana transportasi yang buruk berpengaruh terhadap waktu tempuh dalam perjalanan.
Tanggal 4 Januari 2013, kami harus
menempuh perjalanan yang sangat sulit menuju Ibukota Kecamatan untuk pembuatan
E-KTP. Hari itu hari Jumat, dan kami berangkat sekitar jam 7 pagi dan sampai di
sana sekitar jam 9.30 WIB. Di hampir seluruh wilayah Kecamatan Sungai Laur
terkena banjir dan menjadi salah satu rintangan yang harus kami hadapi.
Ditambah lagi kondisi jalan yang berlumpur dan sangat licin memberi tantangan
lain kepada kami yang hari itu akan membuat E-KTP seperti yang disosialisasikan
Pemerintah. Rata-rata dari kami adalah pelajar dan mahasiswa yang memiliki
waktu libur terbatas. Bagi sebagian besar, hari itu merupakan kesempatan
satu-satunya untuk membuat E-KTP.
Menurut informasi yang kami dapat,
kantor Kecamatan buka pada pukul 08.00 WIB dan tutup pukul 14.00 WIB. Namun,
ketika kami datang ke kantor kecamatan sekitar pukul 9.30 WIB, kami melihat
tidak ada tanda-tanda aktivitas di kantor tersebut, dan sebagian orang lainnya
sedang menunggu. Karena merasa ragu, beberapa orang dari rombongan kami pergi
ke rumah kediaman Pak Camat, dan ternyata Pak Camat sedang pergi Ibukota
Kabupaten (Ketapang), dan yang berada di rumah hanya istrinya. Informasi dari
Istri Pak Camat bahwa Kantor Kecamatan buka, dan kami konfirmasi kembali via telepon kepada pak Camat sendiri
bahwa Kantor Kecamatan akan buka.
Kami menunggu selama 1 jam lebih, dan
tidak ada tanda-tanda kantor akan dibuka. Orang-orang yang menunggu sudah mulai
gerah dan marah-marah (dalam batas yang wajar). Sebagian mahasiswa yang
keesokan harinya akan kembali ke tempat mereka sekolah/kuliah, sebagian lagi
masyarakat dari daerah hulu kecamatan yang mana harus menempuh perjalanan lebih
jauh lagi daripada kami. Mereka harus membayar uang sewa speedboat atau motor air dengan biaya yang lumayan besar dan
menempuh perjalanan selama setengah hari hanya untuk membuat E-KTP.
Ternyata tidak ada kejelasan lagi dari
Pak Camat, Pegawai Kantor Kecamatan, dan lain-lain bahwa kantor akan dibuka
atau tidak. Kami memutuskan untuk pulang tanpa hasil. Ternyata kantor akan buka
hari Senin, banyak kesempatan yang terbuang tanpa hasil, ada banyak hal yang
ditunda, ada banyak kekecewaan, dan ada banyak lagi yang lainnya. Akhirnya
banyak yang pulang dengan kegusaran, karena E-KTP mereka belum diurus.


Komentar